in

5 Tanaman Hidroponik yang Cepat Panen Plus Cara Merawatnya. Gampang dan Cocok untuk Pemula

Tanaman Hidroponik apa yang Panennya Cepat, perawatannya cepat dan cocok untuk pemula?

Tanaman Hidroponik mudah dirawat

Tanaman Hidroponik apa yang Panennya Cepat, perawatannya cepat dan cocok untuk pemula? Mungkin ini banyak ditanyakan oleh netizen terutama dengan meningkatnya tren untuk bercocok tanam di rumah sejak ada pandemi ini. Salah satu tujuannya jelas untuk menikmati sayuran dan buah-buahan yang ditanam sendiri.

Berkebun juga dianggap bisa membuat perasaan jadi lebih rileks. Itulah yang membuat banyak orang mencoba berkebun dengan modal seadanya. Apalagi dengan tehnik hidroponik ini kita jadi nggak perlu lagi menyediakan lahan yang luas, cukup dengan memanfaatkan halaman di rumah kita atau bisa juga memanfaatkan atap rumah.

Advertisement

Sebelum mencoba bercocok tanam dengan menggunakan sistem hidroponik, kita perlu mengetahui berbagai keuntungan dan kerugian di baliknya. Pahami juga berbagai teknik yang bisa dipilih sesuai kondisi. Selain itu, ada berbagai contoh tanaman hidroponik yang cepat tumbuh. Yuk simak penjelasan selengkapnya!

Kelebihan dan Kekurangan Metode Hidroponik

Hemat tempat

Kelebihan tehnik hidroponik adalah hemat tempat

Tanaman hidroponik nggak membutuhkan tanah. Jadi kita nggak perlu mempunyai halaman yang luas untuk menanamnya. Cukup sediakan paralon atau wadah yang diisi air. Tentunya ini bisa menghemat lebih banyak tempat. Apalagi, tanaman hidroponik bisa disusun sampai bertingkat-tingkat.

Advertisement

Hemat Tenaga

hemat tenaga menggunakan tehnik hidroponik

Kalau memilih tanaman hidroponik, kita nggak perlu repot-repot mengolah lahan. Bahkan nggak perlu menyirami tanaman setiap hari karena tanamannya sudah dialiri air. Proses panennya juga lebih simpel. Secara keseluruhan, tenaga yang dikeluarkan untuk merawat tanaman hidroponik lebih sedikit dibandingkan tanaman biasa.

Pertumbuhan tanaman lebih cepat dan hasil panennya cenderung lebih banyak

hasil panen lebih banyak dan cepat panen

Walaupun jarang membutuhkan pupuk, hasil panen tanaman hidroponik bisa lebih banyak. Pertumbuhannya juga lebih cepat dibandingkan tanaman pada umumnya karena dialiri air setiap saat. Yang nggak kalah penting, tanaman hidroponik nggak terpengaruh cuaca. Jadi kita bisa tetap bercocok tanam saat cuaca panas maupun dingin. Tetapi, pastikan tanaman hidroponik diletakkan pada tempat yang nggak terkena hujan.

Advertisement

Tanaman bebas dari pestisida

Karena menggunakan media air, risiko terserang hama dan penyakit bakal lebih kecil. Jadi kita nggak perlu menggunakan pestisida yang berbahaya. Ini bisa membuat tanaman lebih sehat dan alami. Saat mengonsumsi hasil panennya, kita juga terbebas dari perasaan khawatir.

Bisa membutuhkan modal yang besar

Sistem hidroponik memang bisa dilakukan dengan modal seadanya. Tetapi kalau mau berkebun dalam skala besar, dibutuhkan modal yang cukup banyak. Sebab kita harus membeli peralatan, perlengkapan, dan mengeluarkan biaya pemeliharaan. Apalagi alat resmi untuk hidroponik masih sulit diperoleh.

Diperlukan ketelitian yang tinggi

Dibandingkan sistem tanam biasa, hidroponik masih jarang dilakukan. Jadi kita harus belajar dari sumber yang terpercaya. Dibutuhkan pula ketelitian yang tinggi untuk melakukannya dengan tepat. Kita harus benar-benar memerhatikan dan mengontrol nutrisi yang diberikan pada tumbuhan, termasuk tingkat keasaman pH. Kalau cara menanamnya nggak tepat, hasil yang diperoleh pun kurang maksimal.

Advertisement

Tehnik Tehnik Hidroponik

Ada beberapa cara membuat tanaman hidroponik, sebaiknya pilih tekniknya sesuai kemampuan dan kondisi

Sistem sumbu atau wick

tehnik sumbu hidroponik (wick)

Dibandingkan yang lainnya, sistem sumbu paling gampang dilakukan sehingga cocok untuk pemula. Yang dibutuhkan adalah dua wadah, terdiri dari satu untuk penampungan air dan satu lagi untuk media tanam. Hubungkan kedua wadah dengan sebuah sumbu yang terbuat dari coco coir, vermiculite, atau perlite. Sumbu itu bakal mengalirkan nutrisi dari wadah penampungan air ke wadah berisi tanaman.

Advertisement

Sistem drip atau irigasi tetes

sistem hidroponik driip

Ini adalah sistem tanaman hidroponik sederhana yang sering digunakan oleh berbagai kalangan. Kita membutuhkan satu wadah untuk media tanam dan satu wadah lagi untuk penampungan air. Keduanya dihubungkan dengan pompa air dan pompa nutrisi. Kalau ditekan, pompa itu bakal meneteskan larutan nutrisi pada akar-akar tumbuhan.

Sistem pasang surut

Sistem pasang surut hidroponik

Cara ini sangat populer di kalangan orang-orang yang merawat tanaman hidroponik rumahan. Bagaimana caranya? Siapkan beberapa wadah berisi tanaman. Hubungkan semua wadah itu menggunakan pipa. Kita juga harus menghubungkannya dengan pompa air yang dikendalikan timer. Secara otomatis, pompa itu bakal mengalirkan air ke wadah tanaman sampai ketinggian tertentu. Kemudian airnya bakal surut kalau pompa dimatikan.

Advertisement

Sistem rakit apung

Hidroponik rakit apung

Sistem ini adalah cara bercocok tanam hidroponik yang modern. Caranya, tempatkan tanaman di atas styrofoam yang sudah dibolongi. Lalu taruh semua styrofoam itu di wadah berisi air. Jadi akar tanamannya bisa mengapung di atas larutan nutrisi. Praktis juga ya! Tetapi, akar tanamannya rentan membusuk karena selalu tergenang air.

5 Jenis Tanaman Hidroponik yang Cepat Panen dan Perawatannya Mudah Cocok untuk Pemula

Advertisement

Pakcoy

pakchoy mudah perawatannya dan cepat panen cocok untuik pemula

Sayuran ini sangat cocok untuk dijadikan masakan tumisan. Sekarang kamu nggak perlu membelinya lagi, cukup tanam sendiri dengan metode hidroponik. Pastikan agar tanaman mendapat aliran air dan nutrisi yang cukup. Sekitar 20 hari setelah ditanam, kamu sudah bisa memanen pakcoy.. Tanaman ini direkomendasikan untuk pemula.

Kangkung

kangkung metode hidroponik mudah untuk pemula

Sayuran ini bisa tumbuh di media tanah maupun air. Jadi kangkung sangat cocok untuk ditanam dengan sistem hidroponik. Pertumbuhannya juga relatif cepat. Kamu sudah bisa memanennya dalam 4-6 minggu! Kualitas tanaman hidroponik kangkung juga lebih bagus dibandingkan kangkung biasa.

Advertisement

Seledri

hidroponik seledri

Seledri cocok hidup dalam media air. Kamu bisa menanamnya dengan sistem hidroponik rakit apung. Seperti kangkung, seledri sudah bisa dipanen dalam waktu 4-6 minggu. Pemanenan bisa diulang setiap 5-6 hari sekali. Caranya, cabut seledri dari wadah yang digunakan. Lalu pisahkan anakan seledri untuk ditanam kembali.

Tomat

tomat tanaman hidroponik yang mudah untuk ditanam

Nggak perlu lahan yang luas untuk menanam tomat. Dengan pot dan paralon, kamu sudah bisa merawat tanaman hidroponik tomat. Rasa dan kandungan nutrisinya juga tetap terjaga. Setelah biji tomat disemai dan ditanam, kamu membutuhkan waktu 2-3 bulan untuk bisa memanennya.

Advertisement

Cabai

Hidroponik cabe sederhana

Sebelum ditanam, biji cabai harus disemai dulu. Lalu pindahkan pada media tanam yang biasanya menggunakan arang sekam. Jangan lupa alirkan air secara berkala supaya akarnya mendapat nutrisi. Lalu kapan bisa menikmati hasilnya? Kamu bisa memanen tanaman hidroponik cabai kalau sudah memasuki umur 80-90 hari. Waktu terbaik untuk memanennya adalah pagi dan sore.

Itulah berbagai jenis tanaman hidroponik yang bisa cepat dipanen, perawatannya mudah dan cocok untuk pemula. Kalau menanam dalam skala kecil, hasilnya bisa dimakan sendiri. Pasti puas deh karena kita sudah menghabiskan banyak waktu dan tenaga untuk merawatnya. Lalu bagaimana kalau menanam dalam skala besar? Karena hasilnya lebih banyak, kamu bisa membaginya dengan orang-orang lain atau menjualnya. Lumayan kan kalau bisa menghasilkan uang dari hobi berkebun!

Tinggalkan Balasan