in ,

Cara Budidaya Kangkung dan Lele dalam Ember

eseorang dapat beternak lele dan menanam sayuran sekaligus, meskipun di rumahnya tidak memiliki lahan yang luas

Budidaya kangkung dan lele sekaligus dalam ember saat ini sedang populer di tengah masyarakat, ide budidaya tersebut sungguh kreatif dan baik untuk dilakukan bagi para keluarga demi membangun ketahanan pangan keluarga, terlebih dengan menggunakan Teknik budidaya yang dikenal dengan istilah Budikdamber, kita tidak membutuhkan lahan yang luas. dan relatif mudah untuk dilakukan di rumah masing masing.

Apa itu Budikdamber?

Teknik ini juga viral di media sosial usai seorang warganet mengunggahnya dalam akun Twitternya. Dengan Budikdamber, seseorang dapat beternak lele dan menanam sayuran sekaligus, meskipun di rumahnya tidak memiliki lahan yang luas. Budikdamber sendiri merupakan temuan dari dosen budidaya perikanan dari Politeknik Negeri Lampung, Juli Nursandi.

Apa itu Budikdamber

Menurut Juli budikdamber bisa menjadi pola penanaman di masa depan, serta sebagai ketahanan pangan di Indonesia. Menurutnya biayanya yang lebih murah dibandingkan dengan teknik aquaponik lainnya.

Advertisement

“Karena di kota lahan semakin sempit, udah jarang ada kolam lele gitu, jadi saya berfikir menciptakan media kecil yang bisa dimiliki siapa saja, dari Aceh sampai Papua, kan ember mudah didapat,” lanjut Juli.

Juli menambahkan, ada beberapa jenis ikan dan tanaman yang bisa dibudidayakan dengan cara budikdamber di antaranya adalah ikan lele, patin, sepat, betok, gabus, dan gurame.

Lantas bagaimana caranya untuk Budidaya Kangkung dan Lele dalam Ember? Simak Tips berikut ini yuk.

Advertisement

Alat dan Bahan yang Dibutuhkan untuk Budikdamber

ada beberapa alat dan bahan yang diperlukan yakni ember (ukuran 80 liter), pot kecil yang terbuat dari pipa atau gelas minuman plastik, arang, tisu dan yang pasti bibit sayuran dan bibit ikan.

Langkah Persiapan Budikdamber

Persiapan Budidaya lele dan kangkung dalam ember

Pot-pot ini diberi kawat pengait agar bisa digantungkan di pinggir ember. Langkah selanjutnya adalah mengisi ember dengan air hingga penuh.

Sambil mengisi air, Anda bisa mengisi pot dengan potongan arang kayu sebagai media tanam sayuran. Arang ini kemudian ditutup dengan tisu lalu dibasahi hingga rata.

Advertisement

Bibit kangkung kemudian ditaburkan di atas pot. Dalam satu pot kira-kira diisi 20 butir bibit kangkung.

Setelah menabur bibit kangkung, saatnya melepaskan bibit ikan lele ke dalam ember. Bibit ikan lele ini digunakan yang berukuran sangat kecil sebesar jari kelingking. Lalu ikan lele diberi makan secara rutin.

Bibit kangkung akan terlihat mulai tumbuh pada hari ke-3 dan semakin membesar dengan cepat. Ikan juga harus diberi pakan setiap hari dengan pelet makanan ikan.

Pemeliharaan Budikdamper

Budikdamber

Untuk pemeliharaan, letakkan ember di tempat terkena matahari maksimal. Berikan pakan kepada ikan sesuai ukuran sekenyangnya bisa 2-3 kali dengan waktu tetap.(5-7cm pakan pf800,10cm pf1000, >12cm 781-2,781-1, 781)

Perlu selalu diperhatikan dan amati nafsu makan ikan setiap hari.

Apabila nafsu makan ikan menurun, air berbau busuk (NH3, H2S), ikan menggantung (kepala di atas, ekor ke bawah) segera ganti air atau lakukan sipon (Penyedotan kotoran di dasar ember dengan selang).

Advertisement

Ganti air biasanya 10-14 hari sekali. Untuk penyedotan 5-8 liter, bisa lebih atau keseluruhan bila perlu, ganti dengan air bersih. Jika kangkung membesar maka dibutuhkan air lebih banyak, tambahkan air setinggi leher ember.

Panen Budikdamber

Baik ikan lele maupun kangkung bisa dipanen sekitar 15-20 hari setelah disebar. Untuk memanen ikan lele, cukup ambil dengan jaring ikan. Sementara panen kangkung cukup memotong bagian batangnya.

air yang masih dalam ember tidak perlu langsung dibuang, Anda bisa menebar bibit lele selanjutnya. Sementara kangkung akan terus tumbuh karena akarnya masih ada.

Sistem budikdamber ini bisa jadi solusi untuk menghemat pengeluaran. Selain itu lele dan sayuran yang baru dipanen pastilah segar dan berkualitas.

Selain ikan lele, warga juga kerap melakukan budidaya ikan patin. Sementara sayurannya bisa diganti dengan pokcoy, sawi hingga daun mint. Tertarik mencoba?

Tinggalkan Balasan