in

Inilah Cara Menanam Jahe Sendiri di Rumah. Meski Cuma Pakai Pot atau Polybag bisa Dapat Hasil Melimpah!

Selain Punya banyak khasiat bagi kesehatan, Menanam Jahe juga bisa mendulang profit berlimpah loh!

Bagaimana cara menanam jahe sendiri di rumah? Jahe adalah salah satu rempah yang memiliki banyak sekali manfaat kesehatan, mulai dari penangkal virus, lalu untuk mengatasi masalah pencernaan hingga sebagai anti peradangan, nah jahe juga cocok untuk dibudidayakan sendiri di rumah. pada artikel kali ini gudindo akan share cara budidaya jahe sendiri di rumah menggunakan polybag atau menggunakan pot.

menanam jahe di polybag
Advertisement

Tips Menanam Jahe sendiri di Rumah

Bahan yang dibutuhkan untuk Menanam Jahe di Rumah

  • Polybag dengan ukuran minimal 40×50 cm
  • Selanjutnya siapkan media pengisi polybag dari campuran tanah, pupuk organik, dan pasir dengan perbandingan masing-masing 2:1:1 atau 3:2:1
  • Tanah yang gembur dan subur
  • Pupuk organik
  • Pasir, bila tanah yang digunakan mengandung fraksi liat yang cukup tinggi.

Memilih Bibit Jahe berkualitas

Setelah lengkap bahan bahan diatas, kemudian kita mulai untuk memilah milah bibit jahe yang mempunyai kualitas baik, Persiapan pertama, Anda perlu membeli akar atau rimpang terbaik, gemuk, jahe yang berkulit halus adalah yang terbaik. Jangan gunakan yang terlihat kurus dan layu karena itu menunjukkan bahwa akar telah disimpan terlalu lama dan telah menjadi tua. Kemudian, rendam rimpang jahe dalam air hangat selama satu malam. Setelah direndam, gunakan pot yang mempunyai drainase yang baik dan isi dengan pot tanah. Ada baiknya juga menggunakan kompos yang dicampur dengan tanah.

Pilih bibit yang sudah berumur 9 – 10 bulan ke atas dengan ukuran rimpang yang besar, mempunyai warna cerah, sehat, dan bertekstur mulus. Jemur rimpang jahe sementara waktu (jangan sampai kering), lalu simpan pada suhu ruangan selama 1 – 1,5 bulan (dormansi).

Advertisement

Pengecambahan akan berjalan sekitar 2 minggu setelah memperlakukan bibit kemudian rendam benih atau membasahinya dengan air, lalu diletakkan di tempat lembab (bisa ditutup) agar benih berkecambah dengan baik. Lakukan pengontrolan setiap hari dengan cara membasahinya jika bibit sudah mulai kering. Dalam waktu sekitar 2 minggu, bibit akan mulai berkecambah dan siap disemai.

Setelah berkecambah lakukan penyemaian dengan cara membenamkan secar vertical bibit-bibit jahe tadi dalam peti yang diisi dengan abu gosok dan sekam sampai tumbuh 3-5 daun sejati.

menanam jahe di pot

ada beberapa jenis jahe yang biasa dimanfaatkan sebagai bumbu dapur maupun obat tradisional, yaitu:

  • Jahe putih besar dengan umbi berwarna putih kekuningan dan berukuran 8-8,5 cm;
  • Jahe putih kecil dengan umbi berwarna putih kekuningan, berlapis-lapis, dan berukuran 3-4 cm;
  • Jahe merah dengan umbi berwarna merah atau jingga muda, berlapis-lapis, berbau tajam, dan berukuran 4-4,5 cm
rimpang jahe merah

Cara Menanam Jahe menggunakan Polybag

Bibit jahe yang sudah tumbuh daun setelah disemai tadi harus dibiarkan beradaptasi dengan lingkungan yang memiliki naungan hingga berumur sekitar 1,5 – 2 bulan. Jangan langsung ditempatkan pada ruang terbuka yang terpapar sinar matahari langsung. Pada polybag yang sudah berisi campuran tanah dan pasir sebagai media pengisitadi, buatlah lubang di tengahnya dengan ukuran sebesar bibit. Kemudian padatkan kembali media pengisi untuk menopang tanaman yang sudah tumbuh.

Advertisement

Cara Menanam Jahe di dalam Pot

tanam jahe di pot

Untuk para pemula, cara menanam jahe bisa dimulai dengan menggunakan media tanam pot yang berisi tanah gembur.

Pastikan ukuran tanah potnya lebih dari 30 cm x 35 cm agar tanahnya tidak ambles ke bawah saat sedang disiriram.

Agar lebih subur, campurkan dengan pupuk kandang atau pupuk organik lainnya dengan perbandingan 1:1.

Nah, sebelum kamu menanam tanaman jahe, pastikan kepadatan tanah sudah sempurna dengan memastikan air yang keluar dari pot tidak menyangkut di bagian bawah.

Pada satu pot, kamu bisa menumbuhkan sekitar 3 sampai 4 jahe.

Cara Perawatan Tanaman Jahe

perawatan jahe

Agar jahe tumbuh dengan baik, jauhkan pot dari sinar matahari langsung dan letakkan di tempat bersuhu 24-30 derajat Celcius. Lingkungan dingin hanya akan memperlambat pertumbuhan jahe, bahkan membuat bibit tidak tumbuh.

Advertisement

Siram jahe setiap hari dengan air secukupnya. Air tidak boleh sampai menggenang agar jahe tidak busuk. Oleh karena itu, pastikan pot yang Mama gunakan memiliki sistem drainase yang baik.

Nah, jahe akan siap dipanen setelah berusia 10-12 bulan. Namun, ada juga jahe yang dipanen saat baru berusia 4 bulan untuk diolah menjadi minuman.

Budidaya Jahe Merah Bisa Menghasilkan Keuntungan yang Besar loh!

Selain berguna untuk kesehatan, menanam jahe juga bisa menghasilkan untung yang lumayan loh. simak video diatas ya.\

Advertisement

Varietas atau jenis jahe yang populer di pasaran

Jahe gajah (jahe putih besar)

Jahe Putih Besar

Jahe gajah memiliki rimpang berukuran besar dan gemuk dibanding varietas lain. Jahe ini adalah yang paling disukai di pasaran internasional karena rasanya yang nggak terlalu pedas. Jahe gajah juga sering disebut jahe badak (Jawa Barat), jahe ganyong (Kuningan), dan jahe kapur (Jawa Timur).

Jahe emprit (jahe putih kecil)

Jahe emprit

Umbi jahe emprit berukuran kecil dan berlapis-lapis, warnanya putih kekuningan dengan diameter 3-4 cm. Varietas ini dipanen ketika sudah cukup tua. Rasa jahe emprit lebih pedas ketimbang jahe gajah karena kandungan minyak atsiri yang lebih tinggi. Ada juga yang menyebut jahe emprit sebagai jahe sunti.

Advertisement

Jahe merah

Jahe merah

Ukuran rimpang jahe merah lebih kecil dibanding jahe emprit. Umbinya kecil berlapis, beraroma tajam, warnanya merah sampai jingga muda dengan diameter sekitar 4-4,5 cm. Dibanding jahe gajah dan jahe emprit, jahe merah rasanya paling pedas. Makanya sering digunakan untuk obat-obatan herbal.

Semoga tips singkat seputar cara menanam jahe di rumah dapat bermanfaat dan menambah wawasan anda seputar jahe.

Tinggalkan Balasan