in

Sukses Tanam Cabe di Atap Rumah dan bisa Panen Berlimpah!

Dengan memanfaatkan lahan terbatas, daliman berhasil panen cabai berlimpah dengan bertani di atas atap rumahnya di lokasi padat penduduk

Tinggal di kota padat penduduk yang punya lahan sempit tidak menyurutkan semangat untuk bertani bagi bapak ini, beliau bisa panen cabe berlimpah hanya dengan bercocok tanam di atap rumah!

Sungguh inspiratif kisah bapak daliman ini, beliau mempelajari secara otodidak Cara Menanam Cabai yang benar yaitu dari mulai penanaman,hingga pemupukan.sehingga Cepat Berbuah dan Panen! dan hebatnya beliau mengaplikasikannya di atap rumah!

Advertisement

Karena Tinggal di Kota padat penduduk dan Jalan Yang Sempit,Daliman Memanfaatkan Atap atau Dek Rumah sebagai Media Alat Bercocok Tanam Cabai.

pak daliman berbagi tips cara menanam cabai di atap rumah
Bapak daliman Sumber tangkap layar Youtube Channel CapCapung

Daliman memanfaatkan Lingkungan di Sekitar Rumahnya yang dia Bentuk mengelilingi Rumahnya untuk menanam beraneka jenis cabe.

Daliman Menanam Pohon Cabai dengan,Pot Plastik dengan Pemanfaatan sumber cahaya Matahari,Daliman Menyebutkan Mitos Jika Cabai Banyak Kena sinar matahari menjadi layu.

Sukses panen Cabai dari atap rumah

Untuk Mengurangi Resapan air ketika Hujan,Daliman Menutup bagian Bawah Pot palastik dengan Pastik Putih yang Memanjang dan di buatkan Lubang kecil untuk resapan air.

konsep urban farming
ilutrasi urban farming di atap rumah

Ini adalah konsep dasar urban farming, yaitu berkebun di lahan terbatas, di beberapa negara maju konsep ini sudah banyak diadaptasi oleh mereka yang memang hobi untuk bertanam namun tidak memiliki lahan, Jika terus dikembangkan, urban farming dapat diproyeksikan untuk mencukupi ketersediaan bahan makanan dan memperkuat ketahanan pangan kota itu sendiri

Advertisement

Potensi Urban Farming di Masa Depan

Dilansir dari Wired, sebuah penelitian yang dilangsungkan oleh profesor dari Arizona State University, Matei Georgescu, mengungkap bahwa jika implementasi urban farming dilakukan secara penuh di setiap kota besar dunia, produksi urban farming dapat menghasilkan 180 juta ton bahan makanan selama setahun. Angka tersebut merupakan 10 persen dari total hasil produksi makanan secara global.

Tidak hanya itu, urban farming juga berpotensi menghemat 15 miliar kilowatt per jam untuk pemakaian energi dunia selama setahun dan menghasilkan 170.000 ton nitrogen ke udara, sama artinya dengan mencegah turunnya 57 juta meter kubik limpasan badai yang kerap mencemari sungai dan saluran air bersih.

Gimana? Tertarik ingin mencoba bercocok tanam di lahan sempit seperti bapak daliman?

Tinggalkan Balasan